Tag: macam luka gangren

Bahagia Ketika Sulit dan Bertahan Saat Badai Melanda

Ketika Badai Melanda Menghadapi Komplikasi Gangren, Tabahkan Hati dan Obati Langsung Dari Sekarang

grade luka gangren

Ketika kita masih muda, sungguh betapa kita menikmati hidup dengan sepenuh-penuhnya. Saat masih sekolah, ketika kuliah, dan merayakan kebebasan finansial serta moral ketika kita sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri. Apalagi buat yang bekerja di kota besar dan belum memutuskan untuk berkeluarga. Kenikmatan hidup sungguh dicari hingga maksimal jikalau sanggup. Tapi menikmati hidup hingga sepenuh-penuhnya sayangnya tidak selalu berjalan dengan cara yang sehat. Malah seringnya hal ini berjalan dengan cara yang tidak sehat. Makan apapun yang dikehendaki dengan cara apapun, terjaga hingga larut malam, olahraga mungkin; ketika ingat atau sedang ingin. Gaya hidup seperti ini berjalan hingga bertahun-tahun, atau hingga kita sadar akibatnya.

Cara-cara hidup seperti ini kemudian yang mengundang diabetes mellitus tipe 2 masuk dengan gampang ke dalam hidup kita. Rokok sebagai contoh misalnya. Si batang kecil ini saja bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena diabetes hingga lebih dari 20 persen. Dan ini baru rokok saja, belum ditambah dengan kebiasaan lain seperti gampang terkena stress, mengemil makanan, dan kurang olahraga. Tidak heran kalau penyakit diabetes sungguh sudah menjadi umum di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ketika diabetes tipe 2 sudah masuk ke dalam tubuh seseorang, seringkali tidak disadari gejala-gejalanya hingga bertahun-tahun. Hal ini yang terkadang malah menambah parah penyakit ini, karena kebiasaan buruk yang menyebabkan diabetes tidak segera dikontrol. Dan saat seseorang sudah menerima diagnosis bahwa dirinya terkena diabetes tipe 2, sungguh betapa itu adalah pukulan berat.

Saat diagnosis pertama diabetes mellitus tipe 2 muncul, pikiran pertama yang timbul adalah penyakit berikutnya yang akan mengikuti. Memang ketika seseorang terkena diabetes, gampang sekali untuk terkena komplikasi. Ada beberapa komplikasi yang bisa muncul pada seorang penderita diabetes tipe 2, yang pertama adalah neuropati diabetik, retinopati diabetik, nefropati diabetik, proteinuria, kelainan koroner, dan yang paling sering adalah ulkus atau gangren.

Ulkus atau gangren sering juga disebut dengan luka gangren. Ada beberapa grade luka gangren yaitu:

  • grade 0 : ketika tidak ada luka
  • grade 1 : ketika kerusakan akibat luka hanya sampai permukaan kulit
  • grade 2 : ketika kerusakan kulit sudah mencapai otot serta tulang
  • grade 3 : ketika sudah terjadi abses akibat luka
  • grade 4 : ketika gangren terjadi pada kaki bagian distal
  • grade 5 : ketika gangren sudah terjadi pada seluruh kaki serta tungkai bawah distal

Gangren umumnya terjadi karena matinya jaringan yang terjadi karena penghentian suplai darah menuju organ yang terpengaruh. Penghentian suplai darah ini umum terjadi karena diabetes karena kerusakan pembuluh darah yang sering terjadi pada penderita diabetes. Inilah kemudian yang menyebabkan gangren gampang terjadi pada penderita diabetes, apapun grade luka gangren yang ada.

Luka memang sering dikaitkan dengan penderita diabetes. Hal ini karena peripheral neuropathy yang sering dialami penderita diabetes. Peripheral neuropathy yaitu ketika diabetes sudah menyebabkan kerusakan saraf jangka panjang, sehingga turut menyebabkan berkurangnya rasa sakit. Padahal rasa sakit inilah yang bisa membuat seseorang waspada akan adanya infeksi jika suatu area seperti kaki terkena tusukan, pecahan kaca atau terbakar. Jika infeksi sudah terjadi pada area yang terluka tetap terbuka hingga bakteri bisa masuk, maka bisa mencapai grade luka gangren berikutnya. Dan jika dibiarkan tidak terurus, bisa-bisa grade luka gangren berikutnya bisa turut muncul.

Namun, apapun grade luka gangren yang terjadi pada luka tersebut, jangan langsung panik. Grade luka gangren manapun bisa diobati dengan pengobatan yang tepat. Meski tetap tergantung grade luka gangren berapa yang terjadi pada luka tersebut. Karena jika grade luka gangren yang ada telah mencapai tahap tinggi, maka terkadang sebaiknya langsung menuju ke rumah sakit agar dapat pengobatan dan perawatan yang lebih baik.

Tapi jika grade luka gangren yang terjadi masih pada tahap awal, perawatan sendiri masih bisa dilakukan di rumah. Yang pertama harus diperhatikan pada gangren tersebut adalah keadaan lukanya. Diperhatikan apakah kotor atau tidak, apakah ada jaringan mati atau tidak, dan seberapa dalam infeksinya. Setelah dikaji keadaan lukanya, termasuk ada apus atau tidak, baru kemudian perawatan dimulai. Jika ada jaringan mati atau nekrotik pada grade luka gangren tertentu, sebaiknya ini dihilangkan agar jaringan baru dapat tercipta kembali.

Kemudian dibersihkan lukanya dengan obat yang tepat, sebaiknya jangan yang kimiawi, namun lebih banyak mengandung bahan herbal dan bioaktif kuat yang bisa membantu penyembuhan luka, apapun grade luka gangren yang terjadi. Setelah dibersihkan baru kemudian dapat ditutup dengan kassa basah di sekitar area luka gangren dan kassa kering yang steril, lalu pembalutan berikutnya baru dapat dilakukan.

Melangkah Lebih Lanjut

Memang perawatan yang dilakukan, entah itu di rumah ataupun di rumah sakit, tetap tergantung keadaan lukanya dan grade luka gangren berapa yang telah terjadi. Namun harus diakui, grade luka gangren berapapun yang ada, perawatan yang dilakukan harus ekstra cepat, ekstra detail dan ekstra agresif. Hal ini diperlukan agar gangren yang terjadi tidak meluas hingga area tubuh lainnya.

grade luka gangren

Grade luka gangren berapapun yang terjadi pada penderita diabetes, biasanya tidak hanya diakibatkan karena penyakit diabetes itu saja, namun juga karena penderita diabetes seringkali mengabaikan imunitas dan kekebalan tubuhnya sendiri. Rendahnya imunitas tubuh seseorang, hal inilah yang dapat memicu luka gangren mencapai grade luka gangren berikutnya. Padahal menjaga imunitas tubuh bukanlah hal yang terlalu susah bagi seorang penderita diabetes. Seseorang yang sudah mendapat diagnosis diabetes pertamanya tentu saja akan segera mengatur segala yang masuk dan keluar dari tubuhnya, makanan misalnya. Jika seseorang sudah terbiasa dengan segala pengaturan ini, tentunya menjaga imunitas tubuh bukan lagi menjadi hal yang merepotkan.

250Menjaga imunitas tubuh dapat dilakukan dengan cara mengatur pola makan, tentu saja. Giat berolahraga juga tetap harus dilakukan setiap hari dengan teratur, dengan cara tergantung keadaan tubuh sang penderita itu sendiri, karena tidak semua olahraga cocok untuk semua orang. Merokok tentu saja harus dihindari sejauh mungkin, bagi penderita diabetes maupun orang normal. Dengan berbagai cara ini saja sudah cukup untuk menjaga kekebalan tubuh seseorang. Terkadang juga bisa ditambah dengan cara mengkonsumsi multivitamin atau minuman herbal yang biasa dijual di luar. Tapi harus berhati-hati juga ketika membeli multivitamin tambahan atau minuman herbal dari luar ini, karena terkadang beberapa produk malah memiliki kadar gula buatan yang sangat tinggi malah bisa merusak segala pengobatan yang telah dilakukan penderita diabetes.

Salah satu minuman herbal yang telah terkenal dan bisa dipercaya kualitasnya adalah jus noni atau morinda yang berasal dari Tahiti dan daerah Polinesia. Jus noni ini telah dibuktikan oleh para peneliti dari bidang kedokteran dan para dokter sendiri bahwa jus noni ini bisa mendukung sistem kekebalan tubuh secara natural dari dalam. Sebagai antioksidan, jus noni ini juga punya kemampuan sangat baik dalam melindungi sel dan melawan infeksi. Hal ini tentu saja dibutuhkan ketika sebuah luka gangren telah terjadi dan malah berlanjut pada grade luka gangren berikutnya. Maka, janganlah panik dan bersedih hati ketika diagnosa diabetes mellitus terjadi. Hal ini bukan berarti akhir. Selalu ada jalan berikutnya dan penyelesaian selalu hadir. Untuk info selengkapnya klik Obat Herbal Untuk Luka Diabetes.